| Friday, June 19, 2009 |
| debat non debat |
lucu lihat hasilnya.. ga sempat lihat juga debat capres 2009, karena.. bosen..
satu hal yang aku seneng sebelum acara debat capres itu dimulai adalah;
timbulnya keyakinan di dalam hati bahwa; ah, sekarang indonesia telah memiliki kandidat2 presiden yang cukup hebat. mereka yang cukup mumpuni untuk bisa saling membenturkan ide satu sama lain, dan berani berbeda, dengan berdebat.
namun hasilnya jauh dari harapan..
yo wis.. budayanya kita memang sudah begitu mungkin ya?
ataukah masih ada harapan dari tim kpu yg bertugas dalam hal ini?
bagaimanakah caranya membuat kecerdasan para capres itu benar2 terperas dan kemilau dengan cambukan-cambukan lawan-lawannya?
yang jelas.. amat membosankan bila hal yang sama terjadi lagi ke depan.
untuk indonesia yang lebih baik..
manusia, dunia, dan pertanggungjawaban atasnya..
-gina al ilmi-
jadi makin cinta indonesia dan bertekad untuk hidup di negeri ini hingga akhir.. (tadinya sih mo diem di tanah suci klw udah tuwa.. tapi mending menua bersama cucu di negeri tercinta kali yaaa??) |
| posted by gina al ilmi @ 10:53 AM |
|
|
| Sunday, February 10, 2008 |
| negeri harapan |
andai... andai, andai...
hampir semua orang menggunakan pengandaian, dan bersandar pada khayalan. akhirnya, tak ada yang berbuat, dan yang ada, semua orang saling melempar tanggung jawab..
di banding banyak negeri muslim lain, Indonesia bisa dikatakan sebagai yang terbaik dalam banyak aspek. namun nampaknya tak banyak yang menyadari ini..
sayang sekali bukan? negeri harapan bernama Indonesia
satu tempat dimana mimpi dapat ditetaskan bersama, atau oleh setiap insan.
dari negeri tercinta bernama Indonesia |
| posted by gina al ilmi @ 10:55 PM |
|
|
|
| negeri harapan |
oyandai...
hampir semua orang menggunakan pengandaian, dan bersandar pada khayalan. akhirnya, tak ada yang berbuat, dan yang ada, semua orang saling melempar tanggung jawab..
di banding banyak negeri muslim lain, Indonesia bisa dikatakan sebagai yang terbaik dalam banyak aspek. namun nampaknya tak banyak yang menyadari ini..
sayang sekali bukan? negeri harapan bernama Indonesia
satu tempat dimana mimpi dapat ditetaskan bersama, atau oleh setiap insan.
dari negeri tercinta bernama Indonesia |
| posted by gina al ilmi @ 10:55 PM |
|
|
| Friday, June 22, 2007 |
| harga kewarganegaraan indonesia di mata dunia..?? gak ada kah? |

beneran deh.. siksaan lagi, buat warga indonesia di luar negeri???
ke-warga-negaraan-indonesia gak ada artinya kah di mata dunia?
sampe dengan teganya warga indonesia disiksa gitu aja.
nasionalitas kita gak ada harganya banget!!!
|
| posted by gina al ilmi @ 5:09 AM |
|
|
| Tuesday, March 13, 2007 |
| bencana dan kecelakaan!!! |
gak semua orang terpengaruh sama berita-berita tentang bencana dan kecelakaan yang sering dimuat. padahal, banyak orang yang jadi korbannya. akibatnya, bantuan yang diberikan makin lama makin dikit. banyak banget kecelakaan sih..
jadi inget waktu pulang dari medan balik ke jakarta setelah 14 jam perjalanan darat dari meulaboh. melihat kondisi pesawat yang akan ditumpangi.. nah lho.. kaget banget... pesawatnya dah butut banget.. sereeem.. akhirnya kita duduk di deket pintu darurat. demi.. demi keselamatan jiwa dan raga bow.
untungnya, sampe di jakarta dengan selamet. gimana kalau gak? gimana kalau tiba-tiba ada aja gitu suatu peristiwa atau tragedi entah apa yang muncul?? gimana coba? tapi untungnya engga..
next trip to jogja, yang tadinya berencana pake pesawat, jadi urung deh. gimana engga? aku baru tau ternyata landasan landingnya pendek. terlalu pendek buat landing. gak manusiawi. dengan pesawat apapun, jadinya gak mau deh.. huuuh... pegel-pegel badan lagi deh kalo pulang ke jawa... |
| posted by gina al ilmi @ 2:43 AM |
|
|
| Monday, May 29, 2006 |
| GEMPA YOGYA-JATENG |
Innalillahi wa inna ilaihi Raa ji'un
duka dan belasungkawa untuk seluruh korban gempa yogya, sabtu 27 Mei 2006.
semoga semua yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.
duka juga untuk sepupuku tercinta dik Riha al hafidzah almarhum, semoga anak yang dilahirkan sesaat sebelum ukhti meninggal dapat tumbuh dan menjadi permata di surga kelak. doakan aku darisana adikku tercinta. semoga diterima di sisiNya... Amiiin.. |
| posted by gina al ilmi @ 2:20 AM |
|
|
| Wednesday, April 20, 2005 |
| Lead in wait |
Indonesia, saat ini..
Sejak naiknya pemerintahan ini, secara berturut-turut dilangsungkan sejumlah konfrensi internasional. Tak peduli beratnya hempasan tsunami dan rangkaian serangan banjir, negeri ini terus memimpin. Secara mengejutkan, dunia makin bersatu.
Keberadaan bangsa indonesia semakin diperhitungkan sejak naiknya kepeminpinan pilihan rakyat ini. Dengan pemilu yang berjalan sangat damai dan baik. Seolah impian besar tengah meretas wujudnya.
Bukan hanya luasnya wilayah yang dimiliki indonesia yang membuatnya menjadi negara besar. Ketangguhan dalam memperjuangkan isu-isu bilateral, dengan kebijaksanaan khas yang membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi beberapa negara, seperti vietnam, iran, dan sejumlah negara lain pada era 80-an.
Rangkaian sejarah itu membentuk kekuatan bangsa kita. Indonesia terkenal karena kebijaksanaan individunya, yang menjalankan peran-peran dalam diam, jauh dari popularitas. Berbeda dengan negara berukuran besar lain, indonesia tidak mengedepankan industri massal. Indonesia juga bukan penguasa kapitalisme informasi dan hiburan. Juga bukan pemimpin dalam pengembangan teknologi.
Kini, titik penting perjuangan sejarah tengah ditentukan. Kota tempat bersatunya tiga agama besar dunia tengah dalam kericuhan. Palestina.
Kembali peran Indonesia ditunggu. Indonesia cenderung bebas dari pengaruh Amerika, karena bukan termasuk negara bekas jajahannya. Indonesia juga telah terbukti handal dalam memimpin sejumlah kesatuan negara multilateral. Asia Afrika, OPEC, ASEAN adalah contoh dimana Indonesia mengambil peran penting. Dan memimpin. Bahkan kesepakatan globalisasi dunia dalam konfrensi APEC juga disepakati di negeri kita, dengan posisi tawar yang besar, hingga bila Indonesia tidak menyetujui, proses globalisasi tidak lolos.
Tsunami dan rentetan gempa, terbukti makin menempa bangsa besar ini hingga makin matang dan tangguh. Kini, di tengah dunia yang menunggu terbentuknya simpul sejarah baru, kiprah Indonesia di tunggu.
dari penghuni kecil di dunia yang hampir invalid, saat Al Aqsha hampir di musnahkan..
pagi, 20 April 2005 |
| posted by gina al ilmi @ 1:35 AM |
|
|
| Thursday, April 14, 2005 |
| gegar guncang tanah negeri |
rentan lempeng bumi di mana negeriku terletak kembali terjadi berulang ulang beberapa hari ini...
Ya Rabb.. sekuat itukah rakyat negeri ini, hingga hendak Kau uji dengan Gegar Guncang yang begitu besar? mohon kami untuk Kau ringankan ujianMu ini... mohon beri kami sebagai rakyat negeri, ketentraman, kekuatan, untuk membangun apa yang Kau beri di atas laut dan tanahnya
sungguh kami hanya titik-titik debu, sungguh kami hanya luntur peluh yang tak berarti.. begitu besar Kau timpakan cobaan itu..
ujian ini, hendak Kau beri apakah di baliknya? mohon ingatkan kami, bila ada amanah yang belum tertunaikan, hingga membuatMu turunkan semua peringatanmu itu.. mohon ampuni kami.. bila ada luput, lalai, yang telah kami lakukan, hingga Kau hendak menghukum kami dengan semua itu..
kami mohon Ya Rabb.. ujian ini sungguh sangat besar sekali.. dan kami sangat-sangat kecil di hadapanMu.. sungguh kami tak sanggup menanggung ini semua Ya Rabb.. kami hanya makhluk ciptaanMu yang kecil, hina, buruk, lemah dan tak berdaya..
kami mohon, berilah kebahagiaan pada negeri kami, walau kami mungkin akan kembali lalai dan melupakanMu kami mohon, berilah ketenangan pada negeri kami, walau kami mungkin akan terlalu larut dalam fana dan jatuh dalam godaan dunia lagi.. kami mohon, berilah ketentraman pada negeri kami, walau itu mungkin membuat kami jadi kembali sombong dan melupakan kekuasaan dan kebesaranMu.. kami mohon, berilah kekuatan pada negeri kami, walau itu mungkin membuat kami jadi mengejar kesenangan di atasnya dan melupakan perih tangis saudara kami sendiri.. kami mohon, berilah keberuntungan pada negeri kami, walau itu mungkin membuat kami hancur tak berarti di hadapanMu..
atau.. mungkin harus kami hadapi semua ini, dan membiarkan mata yang buta agar bisa melihat? hidung yang mampat, agar bisa mencium derita saudaranya? telinga yang tuli, agar bisa mendengar rintih jerit tangis? tangan dan kaki yang lumpuh, agar bisa bergerak membantu yang lemah? hati yang beku, agar bisa merasa?
Rabb.. sungguh kami tak kuasa meminta, memohon, namun bila ada segelintir saja, setitik debu saja, seujung rambut saja, sepersekian detik saja mungkin, Kau meRidhai seujung bening yang pernah kami persembahkan padaMu.. maka jadikan itu sebuah do'a... untuk negeri ini, untuk tanah yang kau tempatkan kami di atasnya.. jadikan kami sebuah do'a...
peluh debu hina yang terlalu buruk ini, hendak meminta.. Yaa Allahu Rabbi.. mohon ringankan cobaanMu.. kami sungguh tak sanggup menanggungnya.. kami sungguh tak sanggup menanggung semua cobaan ini.. ampuni semua kesalahan kami.. ampuni seluruh kekhilafan kami.. ampuni dosa-dosa kami.. ampuni kami semua.. ampuni kami semua.. |
| posted by gina al ilmi @ 4:58 AM |
|
|
|
| about me |
|
|
| Udah Lewat |
|
| Archives |
|
|
<
| Links |
|
|
| My Other Blog |
|
|
| Template By |
|
|